Bagi kebanyakan orang, Surabi tentu bukanlah jajanan asing. Hampir semua orang pernah merasakannya. Apa jadinya jika kuliner yang biasa ditemukan di pinggir jalan ini dikemas dengan konsep kafe?

Beberapa tahun belakangan, banyak kuliner kaki lima yang naik kelas dan masuk ke mal-mal sehingga tidak hanya dinikmati di pinggiran saja, tapi juga di tempat-tempat nyaman dan hangout seperti kafe dan pusat perbelanjaan modern. Salah satu kuliner yang naik ke kelas kafe belakangan ini adalah soerabi. Kudapan ini bisa diolah menjadi berbagai macam varian yang bisa disantap di tempat sekelas kafe.

Diantaranya adalah Surabi Teras. Surabi dikemas dengan konsep kafe modern di tempat ini. Berbagai macam varian topping surabi disajikan di Surabi Teras. Meski begitu, Surabi Teras tidak melupakan konsep dasar cara membuat surabi yaitu dengan menggunakan arang. “Beda halnya jika kita membuat surabi dengan menggunakan api dari kompor gas, rasa surabinya pasti tidak akan seenak jika kita membuat dengan api dari arang,” ujar pemilik Surabi Teras, Anugrah Taufik Akbar.

Menurutnya, menu yang ditawarkan Surabi Teras sangat bervariasi sehingga tidak membuat pelanggan cepat bosan. Surabi Teras menawarkan 40 varian rasa yang dapat dipilih di antaranya Coklat Keju, Pisang Coklat Keju, Nangka Susu, Nangka Keju Spesial, Durian, Durian Keju Spesial, Ayam Sosis, Ayam Telor, Ayam Sosis Telor Keju Spesial, Strawberry, Blueberry, Oncom Ayam Spesial, Jagung Manis, Kismis Coklat Keju, Oreo Keju, Koko Krunch dan masih banyak lagi rasa lainnya. “Yang paling banyak diminati konsumen adalah Durian Keju Spesial, namun bagi yang tidak suka durian biasanya memilih menu Coklat Keju,”jelas pria yang kerap disapa Uno.

Tidak hanya menawarkan surabi saja, kata Uno, Surabi Teras juga menyediakan menu lainnya seperti Nasi Goreng, Mie Goreng, Bihun Goreng, Kwetiau, Dimsum, Capcay, Ayam Lada Hitam, hingga Cumi Rica-rica. Tidak perlu khawatir masalah harga, pasalnya harga yang dikenakan untuk tiap menunya berkisar mulai dari Rp 9 – 30 ribu/porsi.

Dengan fasilitas ruangan ber-AC, smoking area, free Wi-Fi, dan live music di saat weekend membuat Surabi Teras terus dibanjiri oleh pengunjung. Tidak heran jika Surabi Teras Cinere yang mulai beroperasi pada pukul 11.00 – 24.00 WIB (weekdays) dan pukul 11.00 – 01.00 WIB (weekend) sanggup meraih omset hingga Rp 60 juta/bulan.

Surabi Teras menawarkan peluang bisnis dengan investasi sebesar Rp 100 juta. Dari investasi tersebut franchisee akan mendapatkan peralatan dan perlengkapan usaha mulai dari stok bahan baku awal, seragam karyawan, media promosi berupa brosur dan banner, juga training karyawan selama 1-2 minggu.

Bicara soal lokasi, tidak ada minimal luas yang harus disiapkan mitra bisnis. Uno hanya menyarankan agar lokasi yang dipilih franchisee mampu menampung 40–50 pelanggan dengan pilihan ruangan ber-AC ataupun smoking room, serta dilengkapi dengan fasilitas free Wi-Fi. “Jika franchisee mengalami kesulitan dalam set-up ruangan, saya akan berikan design café yang sesuai dengan standar Surabi Teras,” tambahnya.

Dalam menjalankan usaha ini franchisee dikenakan royalty fee sebesar 10% dari omset per bulan. Uno menjelaskan royalty fee tersebut digunakan untuk biaya promosi agar brand Surabi Teras agae semakin dikenal masyarakat. “Jika Surabi Teras sudah semakin familiar di telinga masyarakat, franchisee juga akan menikmati hasilnya karena pelanggan akan tertarik untuk datang,” katanya.

Uno menjelaskan bahwa franchisee dapat mencapai balik modal dalam 1 tahun. Dengan asumsi minimal omset Rp 16 juta/bulan, franchisee akan mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 8,3 juta/bulan atau 51% dari omset. Agar target balik modal tersebut dapat tercapai, reverensi lokasi yang dapat dijadikan tempat usaha adalah di pinggir jalan lalu lintas 2 arah, pusat perbelanjaan, kampus maupun kawasan Mall.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here