Puratos Indonesia menyediakan improver roti dengan merek unggulan S-500 Acti-Plus dan Soft’r Cotton Acti-Plus. Poruduk ini cocok untuk pebisnis waralaba yang bergelut di bidang bakery.

Selain ragi, bread improver juga merupakan salah satu bahan terpenting dalam pembuatan roti. Jika ragi memegang peranan penting dalam proses fermentasi roti, bread improver berfungsi untuk meningkatkan kualitas roti yang dihasilkan seperti volume, tekstur yang lebih empuk dan moist (Freshness) serta serat yang lebih halus.

Selain itu bread improver juga memaksimalkan proses kerja ragi sehingga proses fermentasi menjadi lebih singkat dan dapat memperpanjang umur simpan roti tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya, PT Puratos Indonesia menyediakan improver yang dapat mengoptimalkan semua aspek dalam roti, mulai dari proses pencampuran adonan, fermentasi, pemanggangan hingga umur simpan produk. Saat ini Puratos Indonesia mempunyai dua produk bread improver unggulan, yaitu S-500 Acti-Plus dan Soft’r Cotton Acti-Plus.

“Kedua produk tersebut mempunyai keunggulan masing-masing. Teknologi Acti-Plus Puratos memungkinkan end-product bakery yang dihasilkan merupakan produk roti yang dengan kualitas terbaik, baik dari segi kesegaran maupun kelembutannya. S-500 Acti-Plus bisa diaplikasikan untuk hampir semua jenis roti. Sedangkan Soft’r Cotton dikhususkan untuk soft bread sehingga roti yang dihasilkan lebih empuk,” ungkap Adang Hendra, Technical Manager PT. Puratos Indonesia.

Adang menjelaskan, untuk membuat roti dengan teknik frozen dough, maka bread improver yang digunakan harus mempunyai karakteristik yang berbeda dengan improver untuk pembuatan roti dengan teknik biasa. “Untuk frozen bakery product, kami mempunyai S-500 Kimo yang merupakan bread improver yang dapat digunakan untuk unfermented frozen dough (UFF). Bread improver ini dapat memberikan stabilitas adonan dan memaksimalkan proses pemanggangan (Bake off) setelah adonan beku di-thawing,” jelas Adang.

Dengan S-Kimo Technology dalam proses UFF, maka bakery owner maupun frozen dough player akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti bisa diaplikasikan untuk rangkaian produk yang lebih luas baik non laminated maupun laminated dough, pengembangan adonan yang optimal, proses fermentasi setelah adonan di-thawing yang terjamin, serta meminimalisir kelengketan adonan setelah thawing.

“S-500 Kimo dapat mengontrol proses mulai dari mixing, freezing, fermenting hingga baking. Shelf-life adonan beku roti pun bisa mencapai 6 bulan masa penyimpanan pada suhu -18 oC jika sebelumnya adonan telah di-blast-freezing dengan suhu -25 oC (dan core temperature adonan mencapai -7 0C). Hal ini harus diperhatikan jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan S-Kimo Technology ini,” tutup Adang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here